Sekarang hampir semua aplikasi nawarin paylater dan cicilan. Mau belanja online bisa, mau beli makan bisa, mau pesen tiket juga bisa. Tinggal klik, barang datang, bayar belakangan.
Di satu sisi kelihatannya ngebantu. Tapi di sisi lain, banyak anak muda yang gak sadar kalau kebiasaan ini pelan-pelan ngerusak kondisi keuangan mereka.
Masalahnya bukan di paylater atau cicilannya. Masalahnya di cara makainya.
Kenapa Paylater Terasa Menggoda Banget
Jujur aja, paylater itu dirancang buat bikin hidup terasa lebih ringan. Lu gak perlu mikir panjang, gak perlu nunggu gajian, gak perlu buka tabungan.
Semua terasa instan.
Kalau dilihat sekilas, cicilan 100 ribu sebulan kelihatannya kecil. Tapi yang sering kejadian, cicilan itu bukan cuma satu. Ada HP, ada belanja online, ada makanan, ada ongkir, semuanya dicicil.
Akhirnya, total cicilan bulanan jadi gede tanpa terasa.
Kesalahan Paling Umum Saat Pakai Paylater
Banyak orang ngerasa mereka pakai paylater dengan aman, padahal sebenernya enggak.
Kesalahan yang sering banget kejadian:
- pakai paylater buat hal konsumtif
- ambil cicilan tanpa hitung totalnya
- ngerasa cicilan kecil itu gak berasa
- nutup cicilan lama pakai cicilan baru
Di titik tertentu, gaji bukan lagi buat hidup hari ini, tapi buat nutup keputusan masa lalu.
Paylater Itu Bukan Tambahan Gaji
Ini kesalahan mindset yang bahaya.
Paylater sering dianggap sebagai tambahan uang. Padahal bukan. Itu utang. Dan utang tetap harus dibayar, mau kondisi keuangan lagi enak atau enggak.
Kalau dari awal udah gaji pas-pasan, nambah beban cicilan itu sama aja kayak nyempitin ruang gerak sendiri.
Masalahnya, paylater bikin rasa sakitnya tertunda. Belinya sekarang, stresnya belakangan.
Kapan Paylater Masih Bisa Dibilang Aman
Bukan berarti paylater selalu salah. Ada kondisi di mana paylater masih masuk akal.
Paylater relatif aman kalau:
- dipakai buat kebutuhan penting
- cicilan gak lebih dari 10–15 persen gaji
- lu tau pasti bisa bayar tepat waktu
- gak numpuk dengan cicilan lain
Kalau salah satu aja gak terpenuhi, risikonya mulai naik.
Cicilan Kecil Tapi Banyak Itu Lebih Bahaya
Banyak anak muda ngerasa aman karena cicilannya kecil-kecil. Padahal justru ini yang paling berbahaya.
Contohnya:
- cicilan HP 300 ribu
- paylater belanja 200 ribu
- cicilan lain 150 ribu
Kelihatannya gak besar. Tapi totalnya bisa setengah gaji.
Masalahnya, cicilan ini gak fleksibel. Mau kondisi lagi susah atau enggak, tetap harus dibayar.
Dampak Paylater ke Keuangan Jangka Panjang
Di awal, paylater bikin hidup terasa lebih gampang. Tapi dalam jangka panjang, efeknya bisa kerasa berat.
Beberapa dampak yang sering kejadian:
- susah nabung
- dana darurat gak pernah kebentuk
- stres tiap akhir bulan
- gaji naik tapi tetap merasa kekurangan
Yang paling bahaya, orang jadi kebiasaan hidup di masa depan. Pakai uang yang belum tentu ada.
Cara Pakai Paylater Biar Gak Kebablasan
Kalau lu masih mau pakai paylater, setidaknya pakai dengan sadar.
Beberapa aturan sederhana:
- satu cicilan dalam satu waktu
- jangan pakai buat jajan rutin
- hitung total, bukan cicilan per bulan
- lunasin dulu sebelum ambil lagi
Paylater itu alat. Kalau dipakai tanpa kontrol, alat ini bisa jadi senjata makan tuan.
Alternatif Selain Paylater
Kalau tujuan lu pakai paylater cuma buat nutup kebutuhan mendadak, sebenernya ada alternatif yang lebih aman.
Contohnya:
- dana darurat
- nabung khusus kebutuhan tertentu
- nunda beli sampai uangnya ada
Alternatif ini gak instan, tapi jauh lebih bikin tenang.
Paylater vs Dana Darurat
Banyak orang pakai paylater karena gak punya dana darurat. Padahal fungsi paylater sering dipakai buat nutup kondisi yang sebenernya darurat.
Bedanya besar:
- dana darurat = uang sendiri
- paylater = utang
Kalau dana darurat ada, kebutuhan mendesak gak perlu jadi beban bulan-bulan berikutnya.
Penutup
Paylater dan cicilan itu bukan musuh. Tapi juga bukan solusi ajaib.
Kalau dipakai tanpa sadar, paylater bisa bikin hidup terasa sempit walaupun penghasilan ada. Tapi kalau dipakai dengan kontrol, dia bisa jadi alat bantu sementara.
Intinya satu: jangan hidup dari utang kecil yang lu anggap remeh.
Lebih baik hidup sedikit lebih sabar hari ini, daripada hidup berat berbulan-bulan ke depan karena keputusan impulsif.